Pencerah Nusantara Grobogan photo 1_zps0rvhiv76.png

Pencerah Nusantara

Kami hadir untuk perubahan bangsa lebih baik.

 photo IMG-20160515-WA0019_zpsqqbvzwpn.jpg

PN Grobogan

Kabupaten Grobogan adalah salah satu lokasi penempatan tim Pencerah Nusantara Angkatan 4, 5 dan 6.

 photo Fix PPT_zpsipkiukkw.jpg

All Pencerah Nusantara

46 Tunas Bangsa siap mengandi di garda terdepan kesehatan di 9 titik tersebar di seluruh Indonesia.

26/11/16

Aku Kamu Jadi KITA: Belajar Memaknai Arti Dari “Koaborasi Interprofesi”


KUWU, 26 /11/2016 -  Kradenan, Sabtu 26 November 2016. Hari ini puskesmas Kradenan 1 beserta tim pencerah nusantara mengadakan kegiatan team bulding dengan tema “ Aku, Kamu jadi Kita Bersama Sehatkan Indonesia”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturahami atar pegawai puskesmas kradenan 1 dan menunjukan betapa penting dan indahnya kolaborasi karena dalam beberapa jam pada hari itu pegawai puskesmas kradenan 1 dikumpulkan menjadi satu untuk tertawa dan bersenang-senang menyelesaikan satu per satu permainan. 

Adapun rangkaian kegiatan hari ini adalah pembagian kelompok, pembuatan yel-yel, pemecahan misi dan saling bertukar kado. Pertama-tama kegiatan dimulai dengan pembagian kelompok yang mana semua pegawai puskesmas diacak sehingga terbentuklah 4 kelompok yang didalamnya terdiri dari berbagai profesi. Setelah itu setiap kelompok diberikan waktu 5 menit untuk mebuat yel-yel dan menapilkan yel-yelnya masing-masing. Pada sesi ini semua kelompok berhasil membuat yel-yel yang berarti menunjukan bahwa dalam waktu yang singkat walaupun dari latar belakang profesi berbeda mereka semua bisa bersatu dan kompak menyelesaikan sebuah yel-yel. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemecahan misi yang terdiri dari 3 permainan yaitu dodge holy ball, fashionista dan dragon ball yang mana apabila kelompok berhasil menyelesiakan permainan akan diberikan petunjuk untuk memecahkan misi akhir yaitu menebak satu kata yang menjadi kata kunci dari kegiatan team bulding ini. Kelompok yang berhasil memenangkan permainan akan diberi petunjuk kata yang mudah dan kelompok yang kalah akan mendapatkan petunjuk kata yang sulit

Permainan pertama adalah dodge holy ball yaitu permainan yang dimainkan oleh dua kelompok. Setiap kelompok menunjuk salah satu anggota timnya untuk menjadi seorang raja yang harus dilindungi oleh anggota kelompok lainya. Kedua tim ini akan saling menyerang dengan cara melemparkan bola ke arah lawan. Tim yang menang adalah tim yang bisa melempar dan mengenai bola kearah raja tim lawan. Pesan yang ingin disampaikan melalui permainan ini adalah “Setiap pegawai puskesmas hendaklah mampu menjaga dan melindungi sesama selain itu kerjasama tim yang baik dan semangat untuk melakukan sesuatu itu sangat diperlukan untuk mencapai sebuah tujuan bersama”. Permainan ke-dua adalah fashionista. Fasionista adalah permainan adu kecepatan dimana kedua tim akan diberikan instruksi untuk memakai semua atribut yang disediakan dengan cara estafet. Tim yang lebih dahulu bisa memakai atribut secara lengkap itulah tim yang jadi pemenangnya. Permainan ke-tiga adalah dragon ball. Pada permainan ini kelompok diinstruksikan untuk mengeluarkan bola pimpong yang berada di dalam botol air. Untuk mengeluarkan bola pimpong tersebut maka setiap kelompok harus mengisi air ke dalam botol yang telah dilubangi. Tim yang berhasil mengeluarkan bola pimpong lebih dulu itulah tim yang memenangkan permainan. Inti dari permainan ini adalah kerjasama dan kekompakan. 

Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pemecahan misi. Pada sesi ini peserta team bulding diberikan waktu 5 menit untuk merangkai petunjuk yang di dapatkan dari setiap pos permainan sehingga mereka bisa menebak satu kata kunci yang telah dipersipakan. Kata kunci ini berhubungan dengan kerjasama tim dan merupakan satu kata kunci yang menurut tim pencerah nusantara merupakan hal yang sangat penting untuk memperkuat sistem pelayanan di puskesmas. kata itu adalah “Kolaborasi”. Kolaborasi interprofesi sangat dibutuhkankan dalam sebuah puskesmas karena yang bekerja dalam sebuah puskesmas terdiri dari berbagai profesi sehingga jika tidak ada kolaborasi anatar pegawai puskesmas maka bisa berdampak pada pemberian pelayanan yang tidak akan maksimal. Setelah misi berhasil dipecahkan dan dapatlah satu tim pemenang acara dilanjutkan dengan kegiatan pembagian hadiah yang mana hadiah diberikan langsung oleh kasubag TU karena kepala puskesmas yang berhalangan hadir. Setelah itu acara ditutup dengan tukar-tukaran kado antar pegawai puskesmas.  
     
Hari ini kami semua belajar namun bukan belajar layaknya seperti biasa yang duduk di dalam kelas lalu mendengarkan seseorang yang berbicara di depan, namun kali ini kami belajar dengan cara yang berbeda. Hari ini kami belajar di alam terbuka melalui permainan-permainan yang mana di setiap permainan itu mengajarkan arti pentingnya kerjasama, kekompakan, kepercayaan terhadap teman dan pentingnya kolaborasi. Ya, kolaborasi adalah satu kata yang mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilakukan. Disetiap instansi kerja harusnya menerapkan yang namanya kolaborasi apabila tujuan yang diinginkan bisa tercapai tidak terkecuali  juga dengan puskesmas. Puskesmas merupakan tempat berkumpulnya ahli-ahli profesi kesehatan yang mana jikalau tidak ada kolaborasi yang baik antar pegawai puskesmas maka akan berdampak pada rendahnya kualitas pelayanan yang diberikan pada masyarakat. Setiap pegawai puskesmas khendaknya menyadari akan pentingnya arti dari sebuah kolaborasi interprofesi agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima pada masyarakat sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga hal ini sesuai dengan tema team bulding yang diangkat oleh pencerah nusantara grobogan yaitu “ Aku,Kamu jadi Kita Bersama Sehatkan Indonesia. Disini tim pencerah nusantara bukan hanya bertugas untuk mengubah perilaku masyarakat agar peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Pencerah nusantara juga harus mampu memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar yaitu puskesmas karena pegawai puskesmas inilah merupakan ujung tombak untuk mengajarkan serta menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan. Coba bayangkan jikalau dalam sebuah puskesmas tidak terjalin kolaborasi yang baik dan antar pegawai puskesmas tidak sadar mempunyai tanggung jawab yang sama yaitu menyehatkan masyarakat di wilayah kerjaya maka kegiatan dilapangan yang bersifat promotif dan preventif yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan tidak akan terlaksana sehingga menurut tim pencerah nusantara grobogan menumbuhkan rasa kebersamaan dan membangun kolaborasi yang baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem pelayanan di puskesmas.(erma)

 “Tunjukan baktimu, mulai aksimu
 

23/11/16

Desa Menginsirasi: Alokasi Dana Untuk Kesehatan Meningkat, Masyarakat Sehat Adalah Goalnya

pelayanan di salah satu posyandu di Desa Kuwu
Pemerintahan desa sangat menentukan kemajuan suatu desa. Yah, hal itu tentu dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah desa. Pembangunan di desa berupa pembangunan fisik mendapat skala prioritas pertama di kebanyakan desa. Selain alasan kebutuhan maupun karena ingin terlihat kinerja selama menjabat sebagai kepala Desa, Itu sah-sah saja terjadi selama program yang dikerjakan bersumber dari aspirasi masyarakat.

Terkait dengan pembangunan non fisik khususnya di bidang kesehatan, tak banyak desa yang mau menganggarkan lebih untuk itu. Tapi berbeda dengan Desa Kuwu di Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Pemdes-nya sangat memperhatikan kesehatan dalam hal ini posyandu.

Dipimpin oleh Bapak Sunarjo yang lahir pada 14 Januari 1950, Desa Kuwu menganggarkan lebih dana mereka untuk posyandu. Terdapat 5 Posyandu yang ada di Desa Kuwu yaitu Mekar Sari, Melana, Cempaka, Sentana 1, Sentana 2 dengan jumlah kader sekitar 30 orang lebih. 

Apa saja saja program kesehatan yang dianggarkan?

Berikut beberapa info yang berhasil kami himpun. Untuk Posyandu, Pemdes Desa Kuwu mengganggarkan apresiasi kepada kader hanya Rp 5000 rupiah setiap kali posyandu diselenggarakan. Memang kader posyandu sangat perlu mendapat perhatian lebih. Bagi mereka Rp 5000 rupiah mungkin tidak cukup dengan tugas yang mereka jalankan. Tetapi semangat mereka demi bangsa itulah yang patut untuk diapresiasi. Rencana kedepannya, Kader akan diberikan insentif sebesar Rp 20.000 tiap kali pertemuan meningkat dari sebelumnya berjumlah Rp 15.000.

Mungkin nominal ini kecil dibandingkan desa lain yang ada di daerah lainnya. Tetapi penghargaan kepada kader ini patut menjadi contoh bagi yang lainnya. Selain itu, pemberian makanan tambahan bagi balita dan lansia juga menjadi perhatian pemerintah desa ini. Dengan menganggarkan dana untuk itu.

Pemerintah Desa pun juga menganggarkan untuk revitalisasi Posyandu untuk berbenah terkait sarana dan prasarana di 5 posyandu. Disinilah peran pemerintah desa yang harus terus hidup yaitu bukan saja memaksimalkan pembangunan desa tetapi juga pembangunan fisik khususnya kesehatan juga mesti harus diperhatikan sebab sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas, merupakan modal utama atau investasi dalam pembangunan kesehatan. Salah satu wadah yang paling tepat untuk menjawab ini yaitu melalui pembinaan Posyandu.

Tak hanya posyandu yang menjadi perhatian desa ini di bidang kesehatan. Pemdes Kuwu juga berencana mencanangkan program jambanisasi yang didukung dari dana mereka. Program ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kuwu dimulai dari perbaikan sanitasi yang layak bagi masyarakat yang kurang mampu.

Kepala Desa Kuwu yang juga seorang pensiunan Guru SD dan SMP ini mengatakan mereka bekerja sesuai amanah dan sesuai program demi kemajuan Desa yang dipimpinnya sejak tahun 2012 lalu.

Desa Peduli kesehatan kesehatan sejatinya bukan saja tumbuh dari semangat pemerintah desa, pun juga didukung oleh banyak pihak termasuk kader-kader posyandu, masyarakat Desa Kuwu dan tentunya bidan Desa Kuwu yang aktif berpartisipasi dan bersinergi dengan pemerintahan desa Kuwu memajukan pembangunan kesehatan Desa Kuwu.

Harapannya, semangat ini ditangkap dan direspon lebih oleh masyarakat lebih luas lagi. Agar sinergi antara pemerintah dan masyarakat yang baik dapat mewujudkan masyarakat sehat, kuat dan berdaya saing.
Hasirun
Pencerah Nusantara Grobogan

19/11/16

Ayo Cegah DBD dengan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk di lingkungan sekitar

Fakta penyakit Demam Berdarah Dengue:

-    Demam dengue dan Demam Berdarah Dengue adalah dua kondisi berbeda. Demam dengue adalah kondisi awal dari Demam berdarah Denge (DBD).
-    Demam berdarah dapat penyerang semua umur, terutama anak-anak.
-    Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Demam berdarah yaitu Aedes aegypti.

Penyebab demam dengue dan Demam Berdarah Dengue:

1.    Ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang terinfeksi
2.    Dalam waktu kurang dari 3 hari orang yang digigit nyamuk terinfeksi dapat menderita sakit DBD
3.    Warna nyamuk berwarna hitam dengan belang-belang loreng putih pada tubuhnya, dengan bercak-bercak putih di sayap dan kakinya
4.    Aktif mengigit pada pagi hari sampai sore hari.
5.    Berkembang biak di air jernih, terlindungi dan tidak beralaskan tanah, seperti bak mandi/WC, tempayan, drum, vas bunga, barang belas yang menampung air, tempat penampungan air alamiah seperti lobang pohon, pelepah daun dan lain-lain.

Gejala dan Tanda DBD:

1.    Mendadak Demam tinggi 2-7 hari
2.    Tanda-tanda perdarahan misalnya bintik merah, muntah darah, gusi berdarah, dll.
3.    Pembesaran hati.
4.    Gejala syok yaitu tekanan darah turun, gelisah, nafas cepat, ujung tangan dan dan kaki dingin, bibir biru dan lain-lain.
5.    Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan nilai hematocrit dan penurunan angka trombosit.

Pertolongan pertama terhadap penderitaan DBD:

-    Beri minum sebanyak mungkin
-    Kompres agar panasnya turun
-    Beri obat penurun panas
-    Segera bawa ke dokter bila: tak bisa minum, muntah terus menerus, bertambah parah, kesadaran menurun, perdarahan hidung dan gusi, kejang, nyeri uluh hati, gelisah, muntah dan BAB hitam.
-    Segera lapor ke RT/RW atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila ada anggota masyarakat yang terkena DBD.

Pencegahan DBD:
Cara memberantas nyamuk DBD yang tepat guna adalah dengan melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yaitu kegiatan memberantas jentik ditempat berkembangbiaknya dengan cara 3M:

Menguras
Dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi/WC, drum dan lain-lain seminggu sekali.

Menutup
Rapat-tapat tempat penampungan air, seperti gentong air/tempayan, dan lain-lainnya.

Mengubur
Atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Selain itu ditambah dengan cara lainnya, seperti

1.    Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat-tempat lainnya yang sejenis minimal sekali seminggu.

2.    Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancer/rusak.

3.    Menutup lubang-lubang pada potongan bamboo/pohon dan lainnya dengan tanah, dan lain-lain)

4.    Memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak-bak penampungan air.

5.    Memasang kawat kasa.

6.    Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.

7.    Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruangan yang memadai.

8.    Menggunakan kelambu.

9.    Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.

10.    Bergotong royong membersihkan lingkungan sekiar.

11.    Membersihkan sampah plastic yang bisa menampung air di sekiar rumah.

INGAT!! JANGAN TERLAMBAT Segera bawa ke Poliklinik, puskesmas atau rumah sakit terdekat. Satu-satunya cara yang efektif untuk memberantas DBD adalah dengan 3M Plus

Ayo berpartisipasi dalam Gerakan kerja bakti pemberantasan  sarang nyamuk di rumah masing-masing di desa wilayah kerja Puskesmas Kradenan 1 pada Minggu 20 Nov 2016.


TIM: P2 DBD dan Promosi Kesehatan Puskesmas Kradenan 1
Pencerah Nusantara Grobogan