Pencerah Nusantara Grobogan photo 1_zps0rvhiv76.png

Pencerah Nusantara

Kami hadir untuk perubahan bangsa lebih baik.

 photo IMG-20160515-WA0019_zpsqqbvzwpn.jpg

PN Grobogan

Kabupaten Grobogan adalah salah satu lokasi penempatan tim Pencerah Nusantara Angkatan 4, 5 dan 6.

 photo Fix PPT_zpsipkiukkw.jpg

All Pencerah Nusantara

46 Tunas Bangsa siap mengandi di garda terdepan kesehatan di 9 titik tersebar di seluruh Indonesia.

26/01/17

Lomba Kreasi Menu PMT Penyuluhan dan Jambore Kader Posyandu Warnai Hari Gizi Nasional ke 57

Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati setiap tanggal 25 Januari. HGN ke-57 tahun ini turut diperingati oleh Puskesmas Kradenan 1 dengan menggelar lomba Kreasi Menu PMT Penyuluhan dan Jambore Kader Posyandu. Jambore yang digelar di bertempat di Aula Balai Desa Kuwutersebut diikuti oleh 82 kader perwakilan dari 41 posyandu di wilayah kerja puskesmas.

Lomba kreasi menu PMT Penyuluhan ini merupakan kali pertama digelar. Kriteria lomba terbilang cukup ketat, selain tidak boleh menambahkan penyedap rasa, coklat, agar-agar dan penyedap rasa lainnya, juga harus menggunakan bahan dasar pangan lokal seharga tidak lebih dari Rp 10.000. Namun, kader mampu menyajikan menu yang sangat bervariasi dan kreatif. Hasil menu kreatif dari kader akan dibuat menjadi buku kumpulan menu dan disebarluaskan ke setiap desa sebagai bahan referensi pembuatan PMT Penyuluhan bulanan di setiap posyandu.

Acara tersebut dibuka langsung oleh kepala Puskesmas Kradenan 1, Ibu Agus Setijorini SKM. Kader yang hadir terlihat sangat antusias mengikuti acara jambore kader yang diisi dengan permainan dan diskusi kelompok. Pada sesi diskusi kelompok, para kader dapat berkenalal satu sama lain serta berbagi pengalaman, keluh kesah dan harapan mereka selama menjadi kader. Salah satu harapan mereka yaitu kesejahteraan kader dapat meningkat kedepannya.

Diakhir acara panitia yang terdiri dari Pencerah Nusantara Grobogan dan Puskesmas Kradenan 1 membagikan doorprize dan mengumumkan 6 pemenang Lomba Kreasi Menu PMT Penyuluhan setelah dinilai oleh Juri (Puskesmas, Pencerah Nusantara dan TP PKK Kecamatan Kradenan). Harapan diselenggarakannya Jambore ini yaitu agar masyarakat melalui kader sadar dan peduli dengan kualitas generasi bangsa melalui pemenuhan asupan gizi sehat pada keluarga khususnya untuk balita.

Selamat Hari Gizi Nasional ke-57


Penulis: Novi  








04/01/17

Pantau Tumbuh Kembang Anak Usia PAUD: PKM Kradenan 1 Gandeng Pendidikan Aktifkan Integrasi Posyandu-PAUD

Camat Kradenan, Karjanto SH sedang menimbang balita


Posyandu merupakan salah satu wujud dari upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat tentunya menyelenggarakan pembangunan kesehatan, memberikan kemudahan kepada masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak.

Dalam menyelenggarakan posyandu harus ditunjang keterlibatan aktif bukan hanya perangkat desa, kader, PKK Desa, Dasawisma, tetapi juga ibu-ibu yang memiliki balita harus rutin menimbang bayinya ke posyandu. Ini bertujuan bagi sang Ibu agar memantau tumbuh kembang anaknya. Tetapi permasalahan yang dihadapi ialah pertama, anak jika sudah mendapat imunisasi campak pada usia 9 bulan biasanya sang ibu tidak rutin lagi menimbang bayinya ke posyandu. Kadang dijumpai balita kemudian ditimbang kembali di posyandu saat ada pemberia vitamin A atau saat jadwal imunisasi lanjutan (booster).
foto bersama usia peresmian posyandu terintegrasi di Insan kamil

Inilah tantangan yang harus dihadapi. Masyarakat seyogyanya harus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap tumbuh kembang anaknya, dengan rutin menimbang balitanya tiap bulan di posyandu. Apa manfaatnya? tumbuh kembang anak yang betul-betul diperhatikan terutama sejak di dalam kandungan hingga usia 2 tahun pertama kehidupan akan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang sang anak. Kemudian diikuti dengan pemantauan rutin sampai usia 5 tahun. Manfaat lainnya, jika anak diketahui mengalami kekurangan gizi maka bisa segera dilakukan pemulihan gizi agar tidak mengganggu tumbuh kembang sang anak.

Masalah lainnya yaitu, saat anak berusia masuk pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak lagi dilakukan penimbangan rutin ke posyandu. Inovasi-inovasi terus bermunculan untuk mengatasi hal ini. Salah satunya, integrasi BKB-Posyandu-PAUD. Hal ini menggandeng unsur pendidikan agar terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Sehingga sampai usia 5 tahun anak tetap dipantau tumbuh kembangnya. Yah, karena merekalah generasi mendatang. Sudah kewajiban kita untuk mempersiapkan mereka baik dari sisi pendidikan maupun dari sisi kesehatan termasuk pemantauan tumbuh kembang anak melalui pemimbangan dan pengukuran tinggi badan.
Camat kradenan melepaskan balon peresmian program ini
Menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Kradenan 1 dan Pencerah Nusantara Kabupaten Grobogan menggandeng berbagai pihak di Kecamatan Kradenan agar terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak melalui program TAMAN PAUD (tamasya posyandu ke PAUD) atau posyandu terintegrasi dengan PAUD. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan khususnya pada anak usia dini. Sejumlah PAUD di wilayah kerja Puskesmas Kradenan 1 telah disosialisasikan untuk melakukan penimbangan murid balita di sekolah masing-masing setiap bulannya pada form pendataan yang telah disediakan.

Pihak yang ikut terlibat yaitu Pemerintah Kecamatan Kradenan, TP-PKK Kec. Kradenan, BP3AKB Kec. Kradenan, UPTD Pendidikan Kradenan, HIMPAUDI Kec. Kradenan, Muspika Kecamatan Kradenan, Pemerintahan desa, Bidan Desa dan masyarakat. Pada tanggal 4 Januari 2017, diselenggarakan acara peresmian program ini di dua tempat yaitu di PAUD Cut Mutia KUWU dan PAUD Insan Kamil di Banjarsari yang mewakili PAUD-PAUD yang ada di Kecamatan Kradenan. Program yang diresmikan langsung oleh Pak Camat Kradenan, Karjanto, SH ini semoga menjadi peluang bersama dan gerakan bersama dalam pemantauan tumbuh kembang anak.

Anak adalah generasi, dan sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga mereka agar tumbuh sehat tumbuh cerdas dan tumbuh berdaya saing kedepannya. Melalui program ini juga diharapkan masyarakat semakin peduli bahwa kesehatan ini harus dirawat, dijaga dan dipelihara oleh kita masing-masing, kalau bukan dari sekarang kapan lagi. Kalau bukan kita yang menjaga kesehatan pribadi dan keluarga lalu siapa lagi.

Sehat dimulai dari kebiasaan sehat.