 |
| Camat Kradenan, Karjanto SH sedang menimbang balita |
|
|
|
Posyandu merupakan salah satu wujud dari upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat tentunya menyelenggarakan pembangunan kesehatan, memberikan kemudahan kepada masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak.
Dalam menyelenggarakan posyandu harus ditunjang keterlibatan aktif bukan hanya perangkat desa, kader, PKK Desa, Dasawisma, tetapi juga ibu-ibu yang memiliki balita harus rutin menimbang bayinya ke posyandu. Ini bertujuan bagi sang Ibu agar memantau tumbuh kembang anaknya. Tetapi permasalahan yang dihadapi ialah pertama, anak jika sudah mendapat imunisasi campak pada usia 9 bulan biasanya sang ibu tidak rutin lagi menimbang bayinya ke posyandu. Kadang dijumpai balita kemudian ditimbang kembali di posyandu saat ada pemberia vitamin A atau saat jadwal imunisasi lanjutan (booster).
 |
| foto bersama usia peresmian posyandu terintegrasi di Insan kamil |
Inilah tantangan yang harus dihadapi. Masyarakat seyogyanya harus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap tumbuh kembang anaknya, dengan rutin menimbang balitanya tiap bulan di posyandu. Apa manfaatnya? tumbuh kembang anak yang betul-betul diperhatikan terutama sejak di dalam kandungan hingga usia 2 tahun pertama kehidupan akan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang sang anak. Kemudian diikuti dengan pemantauan rutin sampai usia 5 tahun. Manfaat lainnya, jika anak diketahui mengalami kekurangan gizi maka bisa segera dilakukan pemulihan gizi agar tidak mengganggu tumbuh kembang sang anak.
Masalah lainnya yaitu, saat anak berusia masuk pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak lagi dilakukan penimbangan rutin ke posyandu. Inovasi-inovasi terus bermunculan untuk mengatasi hal ini. Salah satunya, integrasi BKB-Posyandu-PAUD. Hal ini menggandeng unsur pendidikan agar terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Sehingga sampai usia 5 tahun anak tetap dipantau tumbuh kembangnya. Yah, karena merekalah generasi mendatang. Sudah kewajiban kita untuk mempersiapkan mereka baik dari sisi pendidikan maupun dari sisi kesehatan termasuk pemantauan tumbuh kembang anak melalui pemimbangan dan pengukuran tinggi badan.
 |
| Camat kradenan melepaskan balon peresmian program ini |
Menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Kradenan 1 dan Pencerah Nusantara Kabupaten Grobogan menggandeng berbagai pihak di Kecamatan Kradenan agar terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak melalui program TAMAN PAUD (tamasya posyandu ke PAUD) atau posyandu terintegrasi dengan PAUD. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan khususnya pada anak usia dini. Sejumlah PAUD di wilayah kerja Puskesmas Kradenan 1 telah disosialisasikan untuk melakukan penimbangan murid balita di sekolah masing-masing setiap bulannya pada form pendataan yang telah disediakan.
Pihak yang ikut terlibat yaitu Pemerintah Kecamatan Kradenan, TP-PKK Kec. Kradenan, BP3AKB Kec. Kradenan, UPTD Pendidikan Kradenan, HIMPAUDI Kec. Kradenan, Muspika Kecamatan Kradenan, Pemerintahan desa, Bidan Desa dan masyarakat. Pada tanggal 4 Januari 2017, diselenggarakan acara peresmian program ini di dua tempat yaitu di PAUD Cut Mutia KUWU dan PAUD Insan Kamil di Banjarsari yang mewakili PAUD-PAUD yang ada di Kecamatan Kradenan. Program yang diresmikan langsung oleh Pak Camat Kradenan, Karjanto, SH ini semoga menjadi peluang bersama dan gerakan bersama dalam pemantauan tumbuh kembang anak.
Anak adalah generasi, dan sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga mereka agar tumbuh sehat tumbuh cerdas dan tumbuh berdaya saing kedepannya. Melalui program ini juga diharapkan masyarakat semakin peduli bahwa kesehatan ini harus dirawat, dijaga dan dipelihara oleh kita masing-masing, kalau bukan dari sekarang kapan lagi. Kalau bukan kita yang menjaga kesehatan pribadi dan keluarga lalu siapa lagi.
Sehat dimulai dari kebiasaan sehat.