Pencerah Nusantara Grobogan photo 1_zps0rvhiv76.png

Pencerah Nusantara

Kami hadir untuk perubahan bangsa lebih baik.

 photo IMG-20160515-WA0019_zpsqqbvzwpn.jpg

PN Grobogan

Kabupaten Grobogan adalah salah satu lokasi penempatan tim Pencerah Nusantara Angkatan 4, 5 dan 6.

 photo Fix PPT_zpsipkiukkw.jpg

All Pencerah Nusantara

46 Tunas Bangsa siap mengandi di garda terdepan kesehatan di 9 titik tersebar di seluruh Indonesia.

31/05/16

PN dan Saka Bakti Husada PKM Kradenan 1 Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Tolak Jadi Target

dr. Ossy sedang membawakan materi
Memperingati hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) dan hari Anak Internasional tim pencerah nusantara mengadakan sharing tentang bahaya rokok dan bedah iklan kepada Saka Bakti Husada pangkalan Puskesmas Kradenan 1 di Puskesmas Kradenan (28/5). Acara ini sangat menarik, karena menampilkan banyak pemahaman-pemahaman baru kepada remaja-remaja tersebut tentang bahaya rokok. Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana mereka menjadi penyambung lidah program puskesmas dalam menyebarluaskan bahaya rokok ke remaja-remaja lainnya. Selain itu, kegiatan yang tak kalah seru yaitu bedah iklah dimana juga menyadarkan mereka bahwa yang menjadi target produsen rokok yaitu para pemuda atau lebih dikenal dengan sebutan “perokok pengganti”.

Sekilas bahasan, jumlah remaja saat ini cukup banyak sehingga mereka berpotensi besar untuk menjadi konsumen rokok. Oleh sebab itu, pemuda-pemuda harus menolak jadi target, target oleh siapa? Target produsen rokok yang mana promosi rokok telah menggurita tanpa pandang tempat termasuk depan sekolah dan tempat-tempat umum lain. Tolak Jadi Target, yah, inilah yang mungkin perlu disuarakan. Sejalan dengan tema HTTS 2016 yaitu “suarakan kebenaran”. Saat ini, data dari Global Youth Tobacco Survey 2014 menyebutkan, prevalensi perokok anak usia 13 hingga 15 tahun sebesar 20,3%.  Angka ini sangat mengejutkan. Betapa tidak, pemuda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa ini telah terpapar dengan rokok yang sudah jelas merusak kesehatan. Mengutip kalimat Menteri Kesehatan RI beberapa hari yang lalu di salah satu situs bahwa “Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh tingkat kualitas kesehatan masyarakatnya termasuk generasi mudanya” 

Generasi muda harus mengambil sikap dan memilih merokok yang sudah jelas merusak kesehatan atau hidup sehat tanpa rokok. Mari menebarkan kebaikan dengan berbagi informasi bahaya rokok ke kaum muda. Agar nantinya, kita bersama-sama menjadi pemimpin yang sehat tanpa rokok, keren tanpa rokok yes.Rn

29/05/16

Senam Stroke dan Jantung Sehat ramaikan peringatan Hari Lansia Nasional di Puskesmas Kradenan 1

Lansia sedang senam di halama Puskesmas
 Kradenan 1
Ada pemandangan tak biasa pada pagi yang cerah ini. Di halaman Puskesmas Kradenan 1, selain pasien rawat jalan yang menunggu panggilan untuk diperiksa, yang berbeda adalah para lanjut usia telah berkumpul dan berbaris rapi. Para lanjut usia sengaja berbaris rapi untuk mengikuti senam sehat yang diadakan oleh Puskesmas Kradenan 1 dan tim Pencerah Nusantara. Acara tersebut dilaksanakan untuk memperingati hari Lansia Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Mei 2016. 

Senam anti stoke dan jantung sehat ini diwarnai dengan antusias para lansia di lingkup Puskesmas termasuk keluarga pasien yang sudah lanjut usia juga turut berpartisipasi. Semangat dan antusias para lansia ini sangat menginspirasi kami agar selalu menjaga kesehatan. Lakukanlah perilaku hidup sehat salah satunya dengan berolahraga rutin untuk mencegah penyakit degeneratif misalnya diabetes, jantung, stoke dan lain-lain. Pada kegiatan tersebut, sempat pula ditanyakan haraan mereka (lansia-red) di usia sekarang ini. Jawaban mereka cukup beragam mulai ingin hidup lebih sehat, panjang umur dan ingin melihat pelayanan kesehatan di Insonesia lebih baik lagi termasuk untuk para lansia.

Foto bersama lansia usai senam
Pada acara tersebut, panita tak lupa membagikan pita ungu dan brosur kesehatan tentang "mencegah PIKUN" kepada siapa saja di lingkup Puskesmas. Hal ini bertujuan untuk menyampaikan pesan bahwa berikan perhatian kepada para lansia untuk meningkatkan memotivasi hidup mereka. Pesan lainnya yaitu kita yang belum lansia nantinya juga akan berangjak ke usia lansia. Oleh karena itu, perlu berperilaku sehat dan besih mulai dari sekarang agar di usia lansia kita terhindar dari penyakit khususnya penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia. (Rn)

Selamat hari Lansia Nasional
Lansia Sehat.... Lansia aktif dan produktif.

21/05/16

Harapan Sang Pencerah

Pencerah Nusantara Angkatan 4
Kami berasal dari latar belakang pendidikan, budaya dan sosial yang berbeda. Sebelumnya kami tidak pernah meminta untuk di pertemukan dan dipersatukan namun semangat dan keinginan kami berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk negeri tercinta indonesia inilah yang mempertemukan dan menyatukan kami. Pemuda-pemudi yang berasal dari berbagai penjuru wilayah indonesia dikumpulkan oleh suatu lembaga yaitu CISDI yang kemudian di beri nama "Pencerah nusantara".  

Keingin tahuan kami tentang apa yang ada dibalik nama pencerah nusantara ini yang mendorong kami memutuskan untuk bergabung menjadi seorang pencerah nusantara. Tujuh minggu kami dibina dan ditempa agar kami bisa menjadi pribadi yang bisa saling bekerja sama, peka terhadap lingkungan dan budaya sekitar, memiliki inovasi kreatif sebagai agen perubahan serta membuat kami menjadi Pribadi yang bisa menyatu menjadi satu jiwa dan roh untuk mencapai tujuan yang sama.  

Awalnya sulit rasanya untuk mempersatukan kami menjadi sebuah keluarga namun setelah 7 minggu yang dilewati bersama kami bisa menjadi sebuah keluarga bahkan ikatan yang terjalin diantara kami semua bagaikan saudara kandung yang dilahirkan oleh ayah dan ibu yang sama. Suka duka, tangis tawa pernah kami lalui bersama. Terkadang perselisihan dan perbedaan terjadi diantara kami namun hal tersebut bukanlah menjadi suatu hal yang dapat memecah belah kami.  

Dibalik cerita kami ini ada orang-orang hebat yang selalu mendukung, berbagi pengalaman dan ilmu serta mendoakan agar kami bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Terkadang mereka tanpa mengenal lelah berbagi sesuatu dan mengajari kami dengan harapan kelak kami bisa melakukan berbagai hal yang berguna bagi masyarakat.  Mereka adalah pendiri CISDI ibu diah saminarsih, direktur CISDI ibu nindi sitepu, camp manager, fasilitator, wali kelas masing-masing daerah penempatan, dan pemateri selama pelatihan. Tanpa mereka sulit rasanya untuk membuat 46 orang ini menjadi satu tujuan, satu visi dan misi yaitu mewujudkan indonesia yang lebih baik. Dalam waktu 7 minggu ini pula kami dapat menyimpulkan apa itu yang dimaksud dengan pencerah nusantara. 

Pencerah Nusantara adalah wadah bagi pemuda yang ingin menunjukan baktinya pada bangsa sambil mencintai indonesia. Mengapa ada kata "mencintai"? Karena pada dasarnya segala pekerjaan dan perbuatan yang dilandasi oleh rasa cinta dan keikhlasan akan menghasilkan sesuatu yang baik dan itulah harapan kami selama satu tahun yang akan datang di daerah penempatan. Satu tahun di daerah penempatan bukan kami maknai sebagai hukuman walaupun banyak kesulitan dan tantangan yang akan kami hadapi nantinya. Namun satu tahun ini adalah moment yang sangat berharga untuk kami bisa mencintai budaya dan bangsa serta menunjukan bahwa kami adalah pemuda-pemudi yang dapat berbuat sesuatu hal yang sederhana untuk kemajuan negeri tercinta.  

Memang kami memulai itu semua dari hal yang sederhana namun besar harapan kami hal yang sederhana ini merupakan awal dari terciptanya perubahan yang lebih besar untuk kemajuan negeri. Mungkin untuk saat ini itu hanya akan menjadi sebuah mimpi besar untuk kami Tapi saya yakin suatu saat kami akan menciptakan pelangi-pelangi yang indah di tanah aceh selatan, muara enim, cirebon, grobogan, gunung mas, sumbawa barat, konawe, mamuju utara dan sorong. Semangatlah kawan terus sebarkan kebaikan meskipun sesulit apapun tantangan yang akan dihadapi nantinya. Ingatlah tetes demi tetes keringat yang kalian cucurkan untuk kebaikan pasti akan diperhitungkan oleh Allah sebagai amal jariyah dan tabungan kelak di akhirat. Jangan pernah berpangku tangan dan berdiam diri selama satu tahun ke depan. Isilah hari-hari mu dengan hal-hal yang bermanfaat untuk orang lain. Mulai sekarang berhenti untuk Selalu bertanya dan mengeluhkan apa yang bisa negeri ini berikan untuk kita tetapi mulai detik ini tunjukanlah apa yang bisa kita berikan untuk negeri yang kita cintai ini. 

Satu tahun yang akan datang ku tunggu ceritamu tentang perubahan-perubahan sederhana itu. Perubahan dimana masyarakat sadar akan pentingnya menimbang anak-anaknya setiap bulan, perubahan masyarakat yang tahu akan pentingnya menjaga pola makan, istirahat dan olahraga yang teratur agar mereka tetap sehat, perubahan pada remaja yang mengetahui dan mengerti akan bahayanya rokok, narkoba dan pergaulan bebas, perubahan masyarakat sehingga mereka sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, perubahan masyarakat yang tidak mau lagi untuk buang air besar sembarangan dan perubahan-perubahan sederhana lainya namun memiliki dampak yang besar untuk kemajuan bangsa.  

Aku harap di satu tahun yang akan datang saat berjumpa kita akan membawa cerita yang berbeda-beda tentang perubahan-perubahan sederhana itu namun tetap mengingat satu tujuan diawal pertemuan kita yaitu memajukan bangsa indonesia. Ingatlah teman sesuai dengan gelar yang kita sandang yaitu "Pencerah Nusantara" maka bawalah perubahan untuk mencerahkan negeri yang kita cintai ini. 

IG @pn4grobogan "Tunjukan baktimu, mulailah aksimu" 

Oleh : Erma Nely (pencerah nusantara 4 kab. Grobogan; Ig: @ermanelli; path: erma nely)  

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/pn4grobogan/harapan-sang-pencerah_573ef5e2c223bdee08544d6c

Rembulan Pertama, menyadarkan arti "kehadiran"

Ilustrasi, Rembulan
Rembulan malam ini tampak begitu menggoda, bergantung di langit malam yang biru. Cahaya kemilaunya memanjakan hati. Aduhai sangat indah ciptaan Allah yang satu ini. Anyway, tak terasa hari berganti hari. Rembulan malam ini menyapa kami untuk pertama kalinya kami di penempatan, Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. Alhamdulillah, tim grobogan sejauh ini bisa menjalankan tugas dengan baik.

Masih teringat pertanyaan dalam hati kami, dan tak jarang satu dua kalimat keluar dari lisan orang lain kami dengar “Mengapa Grobogan?, kan di sana Jawa Tengah, emang ada masalah apa? Setelah melewati purnama pertama, kami tersadarkan akan banyak hal di sini, yang paling utama adalah masalah kesehatan bukan hanya ada di daerah perifer Indonesia, atau di daerah tertinggal. Ketahuilah kawan, masalah kesehatan senantiasa ada karena melibatkan banyak hal, sehingga perlu sinergitas dan pembaharuan antara determinan-determinan itu untuk mewujudkan kesehatan yang optimal.

Jangankan tempat kami berpijak saat ini, Jakarta yang katanya adalah kota “paling Maju” di negeri ini menyimpan banyak permasalahan kesehatan. Purnama pasti menyapa lagi. Pertanyaan buat kami sendiri yang paling penting adalah seberapa jauhkan kita membawa manfaat untuk masyarakat di sini?. Kawan, abdi kami bukan cerita tentang kami tetapi cerita tentang Mereka (masyarakat). Yah, kesehatan mereka yang lebih baik lagi.(Rn)

16/05/16

Nadia Wiska, Perawat Super Aktif


Nadia Wiska

Nadia  Wiska,  biasa  dipanggil  Nadia,  lahir  16  Januari  1993  di Bukittinggi, Sumatera Barat. Perawat berdarah  Minang asli ini merupakan anak dari seorang petani yang memiliki semangat tinggi  menghidupi  keluarganya.  Nadia  sudah mendapatkan gelar Ners di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) pada tahun 2015. Pengalaman organisasi yang pernah diikuti  adalah staff  Departemen  Kastrat  BEM  FIK  UI,  Kepala Departemen  Kastrat  FPPI FIK  UI  dan  anggota  seumur  hidup Nursing  First  Aids  (NUFA)  FIK  UI. 

Anak  pertama  dari  4  orang bersaudara ini memiliki ketertarikan tinggi di bidang volunteer dan pengabdian masyarakat yang diwujudkan dengan menjadi pengajar di Gerakan UI Mengajar (GUIM) angkatan 3 dan  tim medis pada berbagai kegiatan sosial, sehingga hal inilah yang menjadi motivasi mengikuti Pencerah Nusantara. Menjadi bagian dari pencerah nusantara diharapkannya dapat memberikan kontribusi kecil dalam pelayanan kesehatan, dengan cara memberikan manfaat kepada masyarakat. 

Cita-cita Nadia adalah menjadi  orang kaya, agar bisa berbagi dengan sesama, bersedekah dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Dengan menjadi orang kaya  maka ladang amal pun  terbuka lebar.

Gadis Lincah, Novi, Si Ahli Gizi


Novi

Gadis yang akrab disapa Novi ini lahir dan besar di Kota Malang. Anak  bungsu dari  2  bersaudara  ini  merupakan  Sarjana  Gizi lulusan  Fakultas  Kesehatan Masyarakat  Univeritas  Indonesia angkatan  2011.  Sejak  kecil,  Novi  sudah aktif  dalam  organisasi dan kegiatan sosial, seperti Pramuka dan Palang Merah Remaja. Selama  menjalani  kuliah  pun  Novi  mengikuti  organisasi Mahasiswa, yaitu Biro Media Badan Eksekutif Mahasiswa FKM UI dan  menjadi  Pimpinan Umur  dari  media  Preventia,  sebagai organisasi pers fakultas. 

Semenjak kuliah, Novi selalu meyakini prinsip yang diajarkan oleh salah satu guru besar FKM UI, bahwa ilmu  kesehatan  masyarakat  adalah  sesuatu  yang dilakukan dengan mencintai  masyarakat.  Ia  berusaha  mencintai masyarakat, dan  melalui Pencerah  Nusantara  ia  ingin menerapkan  prinsip  tersebut,  selain itu  Novi juga  berharap  dapat  mengamalkan  ilmu  gizi  yang  telah dipelajarinya untuk meningkatkan status gizi masyarakat. 

Gadis yang gemar menonton film ini bercita-cita untuk  melanjutkan  studinya ke salah  satu negara  pelopor  ilmu  kesehatan  masyarakat.  Ia  juga  bermimpi untuk bekerja di badan pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat yang memberi  perhatian khusus pada gizi masyarakat.

Kontak Kami

Pencerah Nusantara Grobogan

******

Alamat
PUSKESMAS KRADENAN 1
Jalan Suryojenggolo 16 Kuwu
Kec. Kradenan, Kab. Grobogan, Jawa Tengah


email:
pn4grobogan@gmail.com

web:
pencerahnusagrobogan.blogspot.com
www.pncerahnusantara.org

Instagram:
pn4grobogan

Kompasiana:
http://www.kompasiana.com/pn4grobogan/

Mengenal Sosok Hasirun, Sarjana Kesehatan Masyarakat


Hasirun

Pria kelahiran Ujung Pandang 25 tahun silam sangat gemar dengan travelling dan peduli  dengan  isu  pendidikan  dan kesehatan. Pengalamannya saat menapak sebagian  dari wilayah di  Indonesia  membuka  matanya  akan panggilan  janji kemerdekaan  negeri  ini  untuk  menyejahterakan  masyarakat dari  sisi kesehatan.  

Hal  tersebut menjadi  alasannya bergabung dengan Pencerah Nusantara. Saat tamat S1 tahun 2012 dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea Makassar, pemuda  ini  menjadi  wisudawan  terbaik kedua  dan pernah menerima beasiswa berprestasi dari DIKTI sewaktu kuliah dan menerima beasiswa  Teaching  Clinic. Ia  juga  aktif  di  dunia organisasi saat kuliah dan menjadi ketua di salah satu himpunan mahasiswa di kampusnya,

Melihat  belum  meratanya kesehatan  di masyarakat,  menggugah hatinya untuk melakukan  aksi nyata dengan mengikuti Pencerah  Nusantara  dan mengabdikan ilmu serta semangatnya saat  di lokasi penempatan. Harapannya,  setiap orang di negeri ini bisa menikmati kesehatan yang optimal dengan kontribusi nyata dari setiap tunas bangsa dan melalui gerakan kecil bisa menginspirasi gerakan-gerakan lainnya.

Erma Nelly, Bidan yang aktif di bidang Sosial



Erma Nelly

Erma  Nely,  akrab  dipanggil  Erma,  lahir  di  Bengkulu adalah seorang bidan lulusan Fakultas  Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Perempuan  yang kritis ini  aktif  di beberapa  organisasi  di  bidang  sosial  seperti  forum Generasi Berencana (GenRe), Saka Kencana BKKBN provinsi  Bengkulu, KIPAS (Kantong  Informasi  Penderita  HIV/AIDS),  dan  HIMA kebidanan  Poltekkes Kemenkes  Bengkulu.  

Ia memiliki cita-cita mulia ingin menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak,  serta  mendirikan  yayasan yang  peduli terhadap anak-anak korban kekerasan. Kegemarannya adalah berpetualang  di  alam  terbuka,  karena menurutnya  banyak sekali  hal-hal yang bisa  dipelajari  dari  alam.  

Motivasinya mengikuti Pencerah Nusantara adalah ingin merasakan terjun langsung ke masyarakat dan menerapkan semua ilmu bermanfaat yang ia ketahui un tuk masyarakat. Satu moto  hidup  gadis  ini adalah  “Jangan  pernah  bertanya apa  yang  telah  diberikan  bangsa  ini padamu  tapi tanyakan apa yang telah engkau berikan untuk bangsa ini”.

Kenalan yuk dengan Dokter Ossy


Siti Ossy Revani

Dokter kelahiran 22 September 1990 ini sempat menempuh pendidikan di Universitas Islam Sumatera Utara. Awalnya, anak ke-empat dari lima bersaudara ini tidak menyangka akan berkecimpung di dunia medis karena latar belakang keluarga yang non-medis. Kesempatan perempuan bertubuh mungil ini berkecimpung di dunia medis pertama kali yaitu  dengan  bergabung  sebagai bagian  dari  Tim  Bantuan Medis.  Tim  yang dibentuk  oleh  kampusnya merupakan organisasi  yang  mengacu  pada kegawatdaruratan. 

Perempuan yang hobbi traveling ini berprinsip dengan mampu menjadi mandiri dan mumpuni, seorang aktivis dapat menjadi relawan yang layak dan berguna bagi orang banyak. Hal inilah yang  membawanya  untuk bergabung  menjadi Pencerah Nusantara. 

Harapan Ossi adalah dapat berkontribusi dan menjadi bagian dalam perubahan bangsa. Cita-cita yang ingin diwujudkannya  adalah  menjadi dokter spesialis penyakit  dalam  dan  mempunyai  rumah  sakit  yang ramah lansia.

15/05/16

Lampion Harapan

Semua anggota tim Pencerah Nusantara yang berjumlah 46 orang berkumpul di lapangan sepak bola Museum Listrik dan Energi Baru Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (8/5). Ada nuansa berbeda malam itu, selain rasa haru usai mengikuti acara pelantikan dan pelepasan oleh Menteri Kesehatan RI Ibu Nila F Moeloek dan founder Pencerah Nusantara Ibu Diah Saminarsi di rumah dinas Menkes siang harinya, keharuan berganti takjub melihat kolong langit MLEB dihiasi lampion warna-warni. Sungguh Indah.

Lampion dilepas satu demi satu oleh tim Pencerah Nusantara. Tak hanya sekedar lampion, tetapi lampion warna-warni itu tergantung harapan dan cita tunas muda bangsa Indonesia yang sebentar lagi akan berangkat menuju 9 penempatan tersebar di seluruh Indonesia. Harapan dan cita-cita mereka mewujudkan bakti bagi bangsa, menyalakan lilin harapan dari pelosok negeri, merangkai inovasi dari akar rumput di penempatan masing-masing nantinya. Tentu bersama segenap masyarakat tau, mau dan mampu bersinergi untuk Indonesia yang lebih sehat,

Lampion-lampion harapan membumbung tinggi membawa cita mengetuk pintu langit agar Tuhan mendengar dan mengabulkan harapan mulia itu. (Rn)