Pencerah Nusantara Grobogan photo 1_zps0rvhiv76.png

Pencerah Nusantara

Kami hadir untuk perubahan bangsa lebih baik.

 photo IMG-20160515-WA0019_zpsqqbvzwpn.jpg

PN Grobogan

Kabupaten Grobogan adalah salah satu lokasi penempatan tim Pencerah Nusantara Angkatan 4, 5 dan 6.

 photo Fix PPT_zpsipkiukkw.jpg

All Pencerah Nusantara

46 Tunas Bangsa siap mengandi di garda terdepan kesehatan di 9 titik tersebar di seluruh Indonesia.

26/01/17

Lomba Kreasi Menu PMT Penyuluhan dan Jambore Kader Posyandu Warnai Hari Gizi Nasional ke 57

Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati setiap tanggal 25 Januari. HGN ke-57 tahun ini turut diperingati oleh Puskesmas Kradenan 1 dengan menggelar lomba Kreasi Menu PMT Penyuluhan dan Jambore Kader Posyandu. Jambore yang digelar di bertempat di Aula Balai Desa Kuwutersebut diikuti oleh 82 kader perwakilan dari 41 posyandu di wilayah kerja puskesmas.

Lomba kreasi menu PMT Penyuluhan ini merupakan kali pertama digelar. Kriteria lomba terbilang cukup ketat, selain tidak boleh menambahkan penyedap rasa, coklat, agar-agar dan penyedap rasa lainnya, juga harus menggunakan bahan dasar pangan lokal seharga tidak lebih dari Rp 10.000. Namun, kader mampu menyajikan menu yang sangat bervariasi dan kreatif. Hasil menu kreatif dari kader akan dibuat menjadi buku kumpulan menu dan disebarluaskan ke setiap desa sebagai bahan referensi pembuatan PMT Penyuluhan bulanan di setiap posyandu.

Acara tersebut dibuka langsung oleh kepala Puskesmas Kradenan 1, Ibu Agus Setijorini SKM. Kader yang hadir terlihat sangat antusias mengikuti acara jambore kader yang diisi dengan permainan dan diskusi kelompok. Pada sesi diskusi kelompok, para kader dapat berkenalal satu sama lain serta berbagi pengalaman, keluh kesah dan harapan mereka selama menjadi kader. Salah satu harapan mereka yaitu kesejahteraan kader dapat meningkat kedepannya.

Diakhir acara panitia yang terdiri dari Pencerah Nusantara Grobogan dan Puskesmas Kradenan 1 membagikan doorprize dan mengumumkan 6 pemenang Lomba Kreasi Menu PMT Penyuluhan setelah dinilai oleh Juri (Puskesmas, Pencerah Nusantara dan TP PKK Kecamatan Kradenan). Harapan diselenggarakannya Jambore ini yaitu agar masyarakat melalui kader sadar dan peduli dengan kualitas generasi bangsa melalui pemenuhan asupan gizi sehat pada keluarga khususnya untuk balita.

Selamat Hari Gizi Nasional ke-57


Penulis: Novi  








04/01/17

Pantau Tumbuh Kembang Anak Usia PAUD: PKM Kradenan 1 Gandeng Pendidikan Aktifkan Integrasi Posyandu-PAUD

Camat Kradenan, Karjanto SH sedang menimbang balita


Posyandu merupakan salah satu wujud dari upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat tentunya menyelenggarakan pembangunan kesehatan, memberikan kemudahan kepada masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak.

Dalam menyelenggarakan posyandu harus ditunjang keterlibatan aktif bukan hanya perangkat desa, kader, PKK Desa, Dasawisma, tetapi juga ibu-ibu yang memiliki balita harus rutin menimbang bayinya ke posyandu. Ini bertujuan bagi sang Ibu agar memantau tumbuh kembang anaknya. Tetapi permasalahan yang dihadapi ialah pertama, anak jika sudah mendapat imunisasi campak pada usia 9 bulan biasanya sang ibu tidak rutin lagi menimbang bayinya ke posyandu. Kadang dijumpai balita kemudian ditimbang kembali di posyandu saat ada pemberia vitamin A atau saat jadwal imunisasi lanjutan (booster).
foto bersama usia peresmian posyandu terintegrasi di Insan kamil

Inilah tantangan yang harus dihadapi. Masyarakat seyogyanya harus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap tumbuh kembang anaknya, dengan rutin menimbang balitanya tiap bulan di posyandu. Apa manfaatnya? tumbuh kembang anak yang betul-betul diperhatikan terutama sejak di dalam kandungan hingga usia 2 tahun pertama kehidupan akan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang sang anak. Kemudian diikuti dengan pemantauan rutin sampai usia 5 tahun. Manfaat lainnya, jika anak diketahui mengalami kekurangan gizi maka bisa segera dilakukan pemulihan gizi agar tidak mengganggu tumbuh kembang sang anak.

Masalah lainnya yaitu, saat anak berusia masuk pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak lagi dilakukan penimbangan rutin ke posyandu. Inovasi-inovasi terus bermunculan untuk mengatasi hal ini. Salah satunya, integrasi BKB-Posyandu-PAUD. Hal ini menggandeng unsur pendidikan agar terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Sehingga sampai usia 5 tahun anak tetap dipantau tumbuh kembangnya. Yah, karena merekalah generasi mendatang. Sudah kewajiban kita untuk mempersiapkan mereka baik dari sisi pendidikan maupun dari sisi kesehatan termasuk pemantauan tumbuh kembang anak melalui pemimbangan dan pengukuran tinggi badan.
Camat kradenan melepaskan balon peresmian program ini
Menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Kradenan 1 dan Pencerah Nusantara Kabupaten Grobogan menggandeng berbagai pihak di Kecamatan Kradenan agar terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak melalui program TAMAN PAUD (tamasya posyandu ke PAUD) atau posyandu terintegrasi dengan PAUD. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan khususnya pada anak usia dini. Sejumlah PAUD di wilayah kerja Puskesmas Kradenan 1 telah disosialisasikan untuk melakukan penimbangan murid balita di sekolah masing-masing setiap bulannya pada form pendataan yang telah disediakan.

Pihak yang ikut terlibat yaitu Pemerintah Kecamatan Kradenan, TP-PKK Kec. Kradenan, BP3AKB Kec. Kradenan, UPTD Pendidikan Kradenan, HIMPAUDI Kec. Kradenan, Muspika Kecamatan Kradenan, Pemerintahan desa, Bidan Desa dan masyarakat. Pada tanggal 4 Januari 2017, diselenggarakan acara peresmian program ini di dua tempat yaitu di PAUD Cut Mutia KUWU dan PAUD Insan Kamil di Banjarsari yang mewakili PAUD-PAUD yang ada di Kecamatan Kradenan. Program yang diresmikan langsung oleh Pak Camat Kradenan, Karjanto, SH ini semoga menjadi peluang bersama dan gerakan bersama dalam pemantauan tumbuh kembang anak.

Anak adalah generasi, dan sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga mereka agar tumbuh sehat tumbuh cerdas dan tumbuh berdaya saing kedepannya. Melalui program ini juga diharapkan masyarakat semakin peduli bahwa kesehatan ini harus dirawat, dijaga dan dipelihara oleh kita masing-masing, kalau bukan dari sekarang kapan lagi. Kalau bukan kita yang menjaga kesehatan pribadi dan keluarga lalu siapa lagi.

Sehat dimulai dari kebiasaan sehat. 










18/12/16

Pendaftaran GEMAS (Generasi Emas Kradenan) telah dibuka!!! Ayo Tunjukkan Baktimu Mulai Aksimu


Anda remaja? Memiliki jiwa sosial yang tinggi? Memiliki ketertarikan untuk mengetahui tentang kesehatan dan permasalahan yang dihadapi remaja? Ayo segera daftarkan diri menjadi bagian dari gemas (Generasi Emas) kradenan. Pendaftaran dibuka mulai dari bulan Desember-Januari. Segera daftarkan diri kalian, Jangan sampai ketinggalan ya!


Apa itu GEMAS?

Banyak dari kalian yang penasaran apasih GEMAS itu? Nah, kali ini kami akan mengulas sedikit mengenai GEMAS. GEMAS adalah sebuah komunitas remaja peduli kesehatan yang dilatih dan menjadi konselor dan penyuluh sebaya untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang sadar akan kesehatan.

Saat ini, sudah banyak remaja yang berperilaku negatif atau menyimpang karena bisa jadi kurang mendapat rangkulan dari teman sebaya, kurang mendapat informasi yang positif, tidak mengetahui wadah yang dapat menyalurkan bakat mereka.

Tunggu apa lagi guys. Jangan ragu untuk gabung bersama kami.. "Remaja sehat, Cerahkan masa depan"

Kapan Pendaftarannya? 

Pendaftaran buat kalian-kalian yang masih remaja Kradenan dibuka dari sekarang sampai Januari 2017. Masih ada waktu kok untuk mendaftarkan diri kalian.

Bagaimana cara pendaftarannya?

Ingin ikut? tetapi masih bingung bagaimana cara mendaftarnya? Gampang, cukup mengisi formulir yang sudah disebar di sekolah masing-masing (hubungi osis kalian yah). 
atau 
melalui SMS ke nomor 085758269730 (Erma) dengan format SMS : Nama_usia_jeniskelamin_asal sekolah_kelas_alamat_no hp

atau bisa juga kirim pesan di Facebook PN Grobogan:
Nama_usia_jeniskelamin_asal sekolah_kelas_alamat_nohp

Apa saja keuntungan yang didapat kalau Bergabung dengan GEMAS?

Buat kalian yang daftar dan ikut GEMAS. Jangan khawatir, kalian akan mendapatkan pembekalan materi yang keren-keren. Diantaranya materi terkait Kesehatan Remaja, Kesehatan Reproduksi Remaja, Kepramukaan (khusus yang divisi pramuka), dan softskill seperti self confidence, public speaking, dan bakat-bakat kalian akan didukung dan dioptimalkan dan masih banyak skill-skill lainnya.

Daftarkan dirimu sekarang juga!!


 #mudaberkarya #mudaberdampak #gemaskradenan #remajasehat #sayapencerah #pencerahnusantara #pn4grobogan #puskesmaskradenan1 @cisdi_id @pencerahnusantara

Kunjung:
Facebook: PN Grobogan
Instagram  @pn4grobogan
atau hubungi:
085758269730 (Erma)
085242379634 (Run)

05/12/16

Puskesmas Goes To School: Sosialisasikan Program GEMAS Kradenan (Generasi Emas Kradenan)

Proporsi remaja dan pemuda di Indonesa berjumlah 25% dari total penduduk Indonesia. Bayangkan betapa banyak jumlah pemuda di negeri ini. Kitalah yang akan menjadi penerus bangsa ini. Seharusnyalah kita mempersiapkan diri dari segi pendidikan, agama, dan terlebih lagi kesehatan.

Mengapa kesehatan remaja harus dipersiapkan?


Saat ini perilaku remaja cukup banyak yang menyimpang. Ada yang melakukan perilaku berisiko seperti seks bebas di luar nikah, rokok dan  mengkonsumsi napza. Ini bisa menyebabkan mereka terkena berbagai masalah kesehatan salah satunya HIV-AIDS. Banyak faktor yang mempengaruhi mereka melakukan hal tersebut baik faktor internal dan faktor eksternal. Hal dasar yang harus dimiliki yaitu pengetahuan tentang kesehatan. Yah, sudah semestinya remaja saat ini harus mendapatkan pengetahuan yang adekuat agar mereka bisa bersikap positif dalam keseharian mereka.

Dalam upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan remaja, Puskesmas Kradenan 1 melakukan program Puskesmas Goes To School bersama Pencerah Nusantara Grobogan. Hal ini sebagai program dari PKPR. Selain itu, bulan Desember ini ialah bulan peringatan HIV-AIDS. Jadi, materi yang dibawakan ke SMA atau sederajat di wilayah Puskesmas Kradenan 1 yaitu seputar HIV-AIDS.

Sekolah yang akan dikunjungi saat Puskesmas Goes To School yaitu SMK AL Wahhab, MA Nurul Wahid, MA AL Hamidal, SMA PGRI Kuwu, SMK PGRI Kuwu, SMK Taruna, SMAN 1 Kradenan dan SMA Islam Roudhlotul Ummah.

Sudah saatnya remaja tau tentang kesehatan. Sudah saatnya remaja harus bersikap positif. Kalau bukan kita membekali diri dengan pengetahuan kesehatan siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.

Kita adalah generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan negeri ini. Mari menjaga diri dari perilaku negatif. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki pemuda-pemuda sehat.

Bagi remaja yang ada di Kecamatan Kradenan ayo bergabung bersama kami dalam Organisasi GEMAS (Generasi Emas Kradenan) yang bertempat di Puskesmas Kradenan 1 Jalan Surojenggolo No. 16.

Salam Sehat!!
Remaja sehat, bersama sehatkan Indonesia.







Workshop Manajemen Puskesmas Kradenan 1, Siap Melayani

Manajemen puskesmas merupakan hal vital yang harus ada di Puskesmas. Mengapa, karena  manajemen puskesmas rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan output puskesmas yang effektif dan effisien.Workshop Manajemen Puskesmas ini dirasa sangat diperlukan di Puskesmas Kradenan 1 agar proses perencaaan, impementasi dan evaluasi pelayanan di Puskesmas Kradenan 1 berjalan lebih baik lagi.
Workshop tersebut diisi oleh tim Pencerah Nusantara dan diikuti oleh pegawai, karyawan dan karyawati Puskesmas Kradenan 1. Berbagai kesepakatan dan usulan perbaikan manajemen Puskesmas Kradenan 1 muncul dalam lokmin yang dirangkaikan dengan workshop manajemen puskesmas.
Sebagai bahan bacaan mengenai manajemen Puskesmas yaitu:
a.     Tahap perencanaan (P1): perencaaan tingkat puskesmas (RUK/RPK)
Perencanaan tingkat Puskesmas akan memberikan pandangan menyeluruh terhadap semua tugas, fungsi dan peranan yang akan dijalankan dan menjadi tuntunan dalam proses pencapaian tujuan Puskesmas secara efisien dan efektif.
b.     Penggerakkan pelaknsaaan (P2) berupa lokmin puskesmas, adanya proses kepemimpinan, koordinasi lintas program dan lintas sector, pelaksanaan program pokok puskesmas
c.   Pengawasan, pengendalian dan penilaian (P3) yaitu melalui pemantauan laporan, pemantauan wilayah setempat, supervise, rapat rutin staf, penilaian kinerja. 
Pada kesempatan kali tersebut pula, Kepala Puskesmas, Kepala TU, drg. Aristo menyampaikan tim akreditasi pada tahun 2017 mendatang.
Bendera Akreditasi telah dikibarkan. Semangat berbenah diri.
Semangat selalu Puskesmas Kradenan 1, Siap melayani.

04/12/16

Cegah penularan HIV: PKM Kradenan 1 Buka Test VCT Gratis dan Puskesmas Goes To School

Human immunodeficiency virus atau lebih dikenal HIV merupakan penyebab AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndrom. HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh kita sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang kita. Bila sistem kekebalan tubuh kita sudah rusak atau lemah, maka kita akan terserang oleh berbagai penyakit yang ada di sekiat kita seperti TBC, diare, sakit kulit, dll. 

Begitu berbahayanya virus ini karena tidak mengenal usia, siapa saja bisa terserang. Kasus HIV-AIDS terus meningkat. Bahkan saat ini yang terdeteksi hanya sebagian kecil saja. Karena penderita HIV-AIDS seperti fenomena gunung es, yang terlihat hanya sebagian kecil saja, namun yang tidak terlihat jauh di lebih besar.

Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Grobogan masuk ke dalam 3 besar di Provinsi Jawa Tengah. Tentu ini menjadi peringatan buat kita semua agar terus melakukan upaya temukan, obati dan pertahankan serta upaya edukasi kepada masyarakat umum.

Dalam upaya mencegah dan mendeteksi dini penderita HIV-AIDS diperlukan usaha ekstra dari berbagai pihak, termasuk masyarakat itu sendiri agar mau memeriksakan dirinya melalui layanan voluntary counseling and testing (VCT) yang disediakan oleh Puskesmas. 

Puskesmas Kradenan 1 Kabupaten Grobogan mengadakan pelayanan VCT ke tempat hiburan dan juga masyarakat umum di salah satu desa. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi dini kasus-kasus HIV di masyarakat. Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan hari HIV-AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember tiap tahunnya.

Pelayanan VCT ini tetap dibuka di Puskesmas Kradenan 1 dan gratis. Masyarakat yang pernah melakukan perilaku atau kegiatan berisiko (PSK, lelaki suka selaki, pernah berhubungan seks di lokalisasi atau dengan penderita HIV, pengguna narkoba suntik) diminta untuk memeriksakan darah di Puskesmas Kradenan 1. RAHASIA PRIBADI tentu akan sangat dirahasiakan.

Virus HIV di dalam tubuh harus segera dideteksi sedini mungkin agar bisa dipertahankan kualitas hidup penderita.

Selain pelayanan VCT, Puskesmas Kradenan 1 bersama tim Pencerah Nusantara juga melakukan penyuluhan di SMA sederajat di wilayah kerja Puskesams Kradenan 1. Melalui program Puskesmas Goes To Shcool, siswa-siswi dibekali pengetahuan tentang HIV-AIDS. Agar mereka dapat mencegah tertular HIV-AIDS dengan perilaku yang positif.
 

26/11/16

Aku Kamu Jadi KITA: Belajar Memaknai Arti Dari “Koaborasi Interprofesi”


KUWU, 26 /11/2016 -  Kradenan, Sabtu 26 November 2016. Hari ini puskesmas Kradenan 1 beserta tim pencerah nusantara mengadakan kegiatan team bulding dengan tema “ Aku, Kamu jadi Kita Bersama Sehatkan Indonesia”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturahami atar pegawai puskesmas kradenan 1 dan menunjukan betapa penting dan indahnya kolaborasi karena dalam beberapa jam pada hari itu pegawai puskesmas kradenan 1 dikumpulkan menjadi satu untuk tertawa dan bersenang-senang menyelesaikan satu per satu permainan. 

Adapun rangkaian kegiatan hari ini adalah pembagian kelompok, pembuatan yel-yel, pemecahan misi dan saling bertukar kado. Pertama-tama kegiatan dimulai dengan pembagian kelompok yang mana semua pegawai puskesmas diacak sehingga terbentuklah 4 kelompok yang didalamnya terdiri dari berbagai profesi. Setelah itu setiap kelompok diberikan waktu 5 menit untuk mebuat yel-yel dan menapilkan yel-yelnya masing-masing. Pada sesi ini semua kelompok berhasil membuat yel-yel yang berarti menunjukan bahwa dalam waktu yang singkat walaupun dari latar belakang profesi berbeda mereka semua bisa bersatu dan kompak menyelesaikan sebuah yel-yel. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemecahan misi yang terdiri dari 3 permainan yaitu dodge holy ball, fashionista dan dragon ball yang mana apabila kelompok berhasil menyelesiakan permainan akan diberikan petunjuk untuk memecahkan misi akhir yaitu menebak satu kata yang menjadi kata kunci dari kegiatan team bulding ini. Kelompok yang berhasil memenangkan permainan akan diberi petunjuk kata yang mudah dan kelompok yang kalah akan mendapatkan petunjuk kata yang sulit

Permainan pertama adalah dodge holy ball yaitu permainan yang dimainkan oleh dua kelompok. Setiap kelompok menunjuk salah satu anggota timnya untuk menjadi seorang raja yang harus dilindungi oleh anggota kelompok lainya. Kedua tim ini akan saling menyerang dengan cara melemparkan bola ke arah lawan. Tim yang menang adalah tim yang bisa melempar dan mengenai bola kearah raja tim lawan. Pesan yang ingin disampaikan melalui permainan ini adalah “Setiap pegawai puskesmas hendaklah mampu menjaga dan melindungi sesama selain itu kerjasama tim yang baik dan semangat untuk melakukan sesuatu itu sangat diperlukan untuk mencapai sebuah tujuan bersama”. Permainan ke-dua adalah fashionista. Fasionista adalah permainan adu kecepatan dimana kedua tim akan diberikan instruksi untuk memakai semua atribut yang disediakan dengan cara estafet. Tim yang lebih dahulu bisa memakai atribut secara lengkap itulah tim yang jadi pemenangnya. Permainan ke-tiga adalah dragon ball. Pada permainan ini kelompok diinstruksikan untuk mengeluarkan bola pimpong yang berada di dalam botol air. Untuk mengeluarkan bola pimpong tersebut maka setiap kelompok harus mengisi air ke dalam botol yang telah dilubangi. Tim yang berhasil mengeluarkan bola pimpong lebih dulu itulah tim yang memenangkan permainan. Inti dari permainan ini adalah kerjasama dan kekompakan. 

Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pemecahan misi. Pada sesi ini peserta team bulding diberikan waktu 5 menit untuk merangkai petunjuk yang di dapatkan dari setiap pos permainan sehingga mereka bisa menebak satu kata kunci yang telah dipersipakan. Kata kunci ini berhubungan dengan kerjasama tim dan merupakan satu kata kunci yang menurut tim pencerah nusantara merupakan hal yang sangat penting untuk memperkuat sistem pelayanan di puskesmas. kata itu adalah “Kolaborasi”. Kolaborasi interprofesi sangat dibutuhkankan dalam sebuah puskesmas karena yang bekerja dalam sebuah puskesmas terdiri dari berbagai profesi sehingga jika tidak ada kolaborasi anatar pegawai puskesmas maka bisa berdampak pada pemberian pelayanan yang tidak akan maksimal. Setelah misi berhasil dipecahkan dan dapatlah satu tim pemenang acara dilanjutkan dengan kegiatan pembagian hadiah yang mana hadiah diberikan langsung oleh kasubag TU karena kepala puskesmas yang berhalangan hadir. Setelah itu acara ditutup dengan tukar-tukaran kado antar pegawai puskesmas.  
     
Hari ini kami semua belajar namun bukan belajar layaknya seperti biasa yang duduk di dalam kelas lalu mendengarkan seseorang yang berbicara di depan, namun kali ini kami belajar dengan cara yang berbeda. Hari ini kami belajar di alam terbuka melalui permainan-permainan yang mana di setiap permainan itu mengajarkan arti pentingnya kerjasama, kekompakan, kepercayaan terhadap teman dan pentingnya kolaborasi. Ya, kolaborasi adalah satu kata yang mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilakukan. Disetiap instansi kerja harusnya menerapkan yang namanya kolaborasi apabila tujuan yang diinginkan bisa tercapai tidak terkecuali  juga dengan puskesmas. Puskesmas merupakan tempat berkumpulnya ahli-ahli profesi kesehatan yang mana jikalau tidak ada kolaborasi yang baik antar pegawai puskesmas maka akan berdampak pada rendahnya kualitas pelayanan yang diberikan pada masyarakat. Setiap pegawai puskesmas khendaknya menyadari akan pentingnya arti dari sebuah kolaborasi interprofesi agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima pada masyarakat sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga hal ini sesuai dengan tema team bulding yang diangkat oleh pencerah nusantara grobogan yaitu “ Aku,Kamu jadi Kita Bersama Sehatkan Indonesia. Disini tim pencerah nusantara bukan hanya bertugas untuk mengubah perilaku masyarakat agar peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Pencerah nusantara juga harus mampu memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar yaitu puskesmas karena pegawai puskesmas inilah merupakan ujung tombak untuk mengajarkan serta menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan. Coba bayangkan jikalau dalam sebuah puskesmas tidak terjalin kolaborasi yang baik dan antar pegawai puskesmas tidak sadar mempunyai tanggung jawab yang sama yaitu menyehatkan masyarakat di wilayah kerjaya maka kegiatan dilapangan yang bersifat promotif dan preventif yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan tidak akan terlaksana sehingga menurut tim pencerah nusantara grobogan menumbuhkan rasa kebersamaan dan membangun kolaborasi yang baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem pelayanan di puskesmas.(erma)

 “Tunjukan baktimu, mulai aksimu