![]() |
| dr. Ossy sedang membawakan materi |
Memperingati hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) dan hari Anak Internasional tim pencerah nusantara mengadakan sharing tentang bahaya rokok dan bedah iklan kepada Saka Bakti Husada pangkalan Puskesmas Kradenan 1 di Puskesmas Kradenan (28/5). Acara ini sangat menarik, karena menampilkan banyak pemahaman-pemahaman baru kepada remaja-remaja tersebut tentang bahaya rokok. Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana mereka menjadi penyambung lidah program puskesmas dalam menyebarluaskan bahaya rokok ke remaja-remaja lainnya. Selain itu, kegiatan yang tak kalah seru yaitu bedah iklah dimana juga menyadarkan mereka bahwa yang menjadi target produsen rokok yaitu para pemuda atau lebih dikenal dengan sebutan “perokok pengganti”.
Sekilas bahasan, jumlah remaja saat ini cukup banyak sehingga mereka berpotensi besar untuk menjadi konsumen rokok. Oleh sebab itu, pemuda-pemuda harus menolak jadi target, target oleh siapa? Target produsen rokok yang mana promosi rokok telah menggurita tanpa pandang tempat termasuk depan sekolah dan tempat-tempat umum lain. Tolak Jadi Target, yah, inilah yang mungkin perlu disuarakan. Sejalan dengan tema HTTS 2016 yaitu “suarakan kebenaran”. Saat ini, data dari Global Youth Tobacco Survey 2014 menyebutkan, prevalensi perokok anak usia 13 hingga 15 tahun sebesar 20,3%. Angka ini sangat mengejutkan. Betapa tidak, pemuda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa ini telah terpapar dengan rokok yang sudah jelas merusak kesehatan. Mengutip kalimat Menteri Kesehatan RI beberapa hari yang lalu di salah satu situs bahwa “Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh tingkat kualitas kesehatan masyarakatnya termasuk generasi mudanya”
Generasi muda harus mengambil
sikap dan memilih merokok yang sudah jelas merusak kesehatan atau hidup sehat
tanpa rokok. Mari menebarkan kebaikan dengan berbagi informasi bahaya rokok ke
kaum muda. Agar nantinya, kita bersama-sama menjadi pemimpin yang sehat tanpa
rokok, keren tanpa rokok yes.Rn

0 komentar:
Posting Komentar