Pencerah Nusantara Grobogan photo 1_zps0rvhiv76.png

Pencerah Nusantara

Kami hadir untuk perubahan bangsa lebih baik.

 photo IMG-20160515-WA0019_zpsqqbvzwpn.jpg

PN Grobogan

Kabupaten Grobogan adalah salah satu lokasi penempatan tim Pencerah Nusantara Angkatan 4, 5 dan 6.

 photo Fix PPT_zpsipkiukkw.jpg

All Pencerah Nusantara

46 Tunas Bangsa siap mengandi di garda terdepan kesehatan di 9 titik tersebar di seluruh Indonesia.

16/05/16

Gadis Lincah, Novi, Si Ahli Gizi


Novi

Gadis yang akrab disapa Novi ini lahir dan besar di Kota Malang. Anak  bungsu dari  2  bersaudara  ini  merupakan  Sarjana  Gizi lulusan  Fakultas  Kesehatan Masyarakat  Univeritas  Indonesia angkatan  2011.  Sejak  kecil,  Novi  sudah aktif  dalam  organisasi dan kegiatan sosial, seperti Pramuka dan Palang Merah Remaja. Selama  menjalani  kuliah  pun  Novi  mengikuti  organisasi Mahasiswa, yaitu Biro Media Badan Eksekutif Mahasiswa FKM UI dan  menjadi  Pimpinan Umur  dari  media  Preventia,  sebagai organisasi pers fakultas. 

Semenjak kuliah, Novi selalu meyakini prinsip yang diajarkan oleh salah satu guru besar FKM UI, bahwa ilmu  kesehatan  masyarakat  adalah  sesuatu  yang dilakukan dengan mencintai  masyarakat.  Ia  berusaha  mencintai masyarakat, dan  melalui Pencerah  Nusantara  ia  ingin menerapkan  prinsip  tersebut,  selain itu  Novi juga  berharap  dapat  mengamalkan  ilmu  gizi  yang  telah dipelajarinya untuk meningkatkan status gizi masyarakat. 

Gadis yang gemar menonton film ini bercita-cita untuk  melanjutkan  studinya ke salah  satu negara  pelopor  ilmu  kesehatan  masyarakat.  Ia  juga  bermimpi untuk bekerja di badan pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat yang memberi  perhatian khusus pada gizi masyarakat.

Kontak Kami

Pencerah Nusantara Grobogan

******

Alamat
PUSKESMAS KRADENAN 1
Jalan Suryojenggolo 16 Kuwu
Kec. Kradenan, Kab. Grobogan, Jawa Tengah


email:
pn4grobogan@gmail.com

web:
pencerahnusagrobogan.blogspot.com
www.pncerahnusantara.org

Instagram:
pn4grobogan

Kompasiana:
http://www.kompasiana.com/pn4grobogan/

Mengenal Sosok Hasirun, Sarjana Kesehatan Masyarakat


Hasirun

Pria kelahiran Ujung Pandang 25 tahun silam sangat gemar dengan travelling dan peduli  dengan  isu  pendidikan  dan kesehatan. Pengalamannya saat menapak sebagian  dari wilayah di  Indonesia  membuka  matanya  akan panggilan  janji kemerdekaan  negeri  ini  untuk  menyejahterakan  masyarakat dari  sisi kesehatan.  

Hal  tersebut menjadi  alasannya bergabung dengan Pencerah Nusantara. Saat tamat S1 tahun 2012 dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea Makassar, pemuda  ini  menjadi  wisudawan  terbaik kedua  dan pernah menerima beasiswa berprestasi dari DIKTI sewaktu kuliah dan menerima beasiswa  Teaching  Clinic. Ia  juga  aktif  di  dunia organisasi saat kuliah dan menjadi ketua di salah satu himpunan mahasiswa di kampusnya,

Melihat  belum  meratanya kesehatan  di masyarakat,  menggugah hatinya untuk melakukan  aksi nyata dengan mengikuti Pencerah  Nusantara  dan mengabdikan ilmu serta semangatnya saat  di lokasi penempatan. Harapannya,  setiap orang di negeri ini bisa menikmati kesehatan yang optimal dengan kontribusi nyata dari setiap tunas bangsa dan melalui gerakan kecil bisa menginspirasi gerakan-gerakan lainnya.

Erma Nelly, Bidan yang aktif di bidang Sosial



Erma Nelly

Erma  Nely,  akrab  dipanggil  Erma,  lahir  di  Bengkulu adalah seorang bidan lulusan Fakultas  Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Perempuan  yang kritis ini  aktif  di beberapa  organisasi  di  bidang  sosial  seperti  forum Generasi Berencana (GenRe), Saka Kencana BKKBN provinsi  Bengkulu, KIPAS (Kantong  Informasi  Penderita  HIV/AIDS),  dan  HIMA kebidanan  Poltekkes Kemenkes  Bengkulu.  

Ia memiliki cita-cita mulia ingin menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak,  serta  mendirikan  yayasan yang  peduli terhadap anak-anak korban kekerasan. Kegemarannya adalah berpetualang  di  alam  terbuka,  karena menurutnya  banyak sekali  hal-hal yang bisa  dipelajari  dari  alam.  

Motivasinya mengikuti Pencerah Nusantara adalah ingin merasakan terjun langsung ke masyarakat dan menerapkan semua ilmu bermanfaat yang ia ketahui un tuk masyarakat. Satu moto  hidup  gadis  ini adalah  “Jangan  pernah  bertanya apa  yang  telah  diberikan  bangsa  ini padamu  tapi tanyakan apa yang telah engkau berikan untuk bangsa ini”.

Kenalan yuk dengan Dokter Ossy


Siti Ossy Revani

Dokter kelahiran 22 September 1990 ini sempat menempuh pendidikan di Universitas Islam Sumatera Utara. Awalnya, anak ke-empat dari lima bersaudara ini tidak menyangka akan berkecimpung di dunia medis karena latar belakang keluarga yang non-medis. Kesempatan perempuan bertubuh mungil ini berkecimpung di dunia medis pertama kali yaitu  dengan  bergabung  sebagai bagian  dari  Tim  Bantuan Medis.  Tim  yang dibentuk  oleh  kampusnya merupakan organisasi  yang  mengacu  pada kegawatdaruratan. 

Perempuan yang hobbi traveling ini berprinsip dengan mampu menjadi mandiri dan mumpuni, seorang aktivis dapat menjadi relawan yang layak dan berguna bagi orang banyak. Hal inilah yang  membawanya  untuk bergabung  menjadi Pencerah Nusantara. 

Harapan Ossi adalah dapat berkontribusi dan menjadi bagian dalam perubahan bangsa. Cita-cita yang ingin diwujudkannya  adalah  menjadi dokter spesialis penyakit  dalam  dan  mempunyai  rumah  sakit  yang ramah lansia.

15/05/16

Lampion Harapan

Semua anggota tim Pencerah Nusantara yang berjumlah 46 orang berkumpul di lapangan sepak bola Museum Listrik dan Energi Baru Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (8/5). Ada nuansa berbeda malam itu, selain rasa haru usai mengikuti acara pelantikan dan pelepasan oleh Menteri Kesehatan RI Ibu Nila F Moeloek dan founder Pencerah Nusantara Ibu Diah Saminarsi di rumah dinas Menkes siang harinya, keharuan berganti takjub melihat kolong langit MLEB dihiasi lampion warna-warni. Sungguh Indah.

Lampion dilepas satu demi satu oleh tim Pencerah Nusantara. Tak hanya sekedar lampion, tetapi lampion warna-warni itu tergantung harapan dan cita tunas muda bangsa Indonesia yang sebentar lagi akan berangkat menuju 9 penempatan tersebar di seluruh Indonesia. Harapan dan cita-cita mereka mewujudkan bakti bagi bangsa, menyalakan lilin harapan dari pelosok negeri, merangkai inovasi dari akar rumput di penempatan masing-masing nantinya. Tentu bersama segenap masyarakat tau, mau dan mampu bersinergi untuk Indonesia yang lebih sehat,

Lampion-lampion harapan membumbung tinggi membawa cita mengetuk pintu langit agar Tuhan mendengar dan mengabulkan harapan mulia itu. (Rn)